Review http://wwwmozillacom.blogspot.com/ on alexa.com

Jelajahi isi Blog ini







Jumat, 06 Juli 2012

Apakah Anda Memiliki Tato atau Pernah Ditindik?


Virus hepatitis C merupakan virus yang berbahaya. Virus ini menjadi penyebab utama dari infeksi hati yang sifatnya sangat menular dan bisa menyebabkan sirosis serta kanker hati. Hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit ini karena virus ini bermutasi sangat cepat.


Dunia kedokteran mengenal tujuh jenis virus hepatitis (radang hati), yaitu A, B, C, D, E, G, dan TT. Namun, jenis virus hepatitis A, B, dan C lebih sering dijumpai di negeri kita. Perbedaan antara virus hepatitis ini terletak pada perbedaan kronisitas infeksi dan kerusakan jangka panjang yang mereka timbulkan.

Dibandingkan dengan hepatitis B, virus hepatitis C jauh lebih ganas dan lebih sering menyebabkan penyakit hati menahun. Virus hepatitis C (VHC) memiliki angka mutasi (perubahan genetik) yang tinggi sehingga sering muncul mutan yang bisa meloloskan diri dari sergapan "tentara" antibodi tubuh. Akibatnya, belum ada vaksin yang berhasil dibuat untuk mencegah infeksi virus ini.

Menurut dr Unggul Budihusodo, SpPD-KGEH, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, penularan virus ini terjadi melalui darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, misalnya transfusi darah, penggunaan alat tato dengan peralatan tidak steril, saling tukar suntikan antarpengguna narkoba suntik, serta pemakaian jarum berulang atau alat medis lain yang tidak steril.

Infeksi VHC sering disebut sebagai infeksi terselubung karena infeksi VHC sering kali tidak bergejala atau jika ada, gejalanya ringan dan tidak khas sehingga kebanyakan orang tidak mencari pengobatan ke dokter. Padahal, dengan banyaknya orang yang tidak terdiagnosis, dia bisa bertindak sebagai carrier (pembawa virus) dan menularkannya ke orang lain tanpa disadari.

Beberapa gejala infeksi VHC, antara lain, rasa letih, demam dan menggigil, tidak nafsu makan, mual dan muntah, kulit tampak kuning, nyeri di perut kanan atas, serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala-gejala tersebut, belum tentu Anda terinfeksi, mengingat kebanyakan orang yang terinfeksi VHC justru jarang mengalami gejala-gejala itu.

"Karena penyakit ini asimptomatik (tidak bergejala), lebih baik lakukan pengecekan laboratorium, khususnya untuk mereka yang dalam risiko tinggi. Makin muda diketahui, makin tinggi kemungkinan sembuhnya," ujar dr Unggul.

Untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kelompok risiko tinggi, cobalah mengingat adanya kejadian yang mungkin sudah bisa membuat Anda terkena hepatitis C. Beberapa pertanyaan yang bisa menuntun Anda adalah:
- Apakah Anda pernah menerima transfusi darah atau transfusi organ tubuh?
- Apakah Anda pernah melakukan cuci darah (hemodialisis)?
- Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang menderita hepatitis C?
- Apakah Anda memiliki tato atau pernah ditindik dengan jarum yang tidak steril?
- Apakah Anda pernah melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi tanpa pelindung (kondom)?
- Apakah Anda termasuk pekerja medis yang pernah kontak dengan darah di tempat kerja?
- Apakah Anda menggunakan pemotong kuku, sikat gigi, alat cukur, dan jarum akupunktur (yang mungkin tercemar darah di dalamnya) bergantian dengan orang lain?

Jika Anda menjawab "YA" pada salah satu atau lebih pertanyaan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
homepage:http://health.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 5011. wwwGooglecom . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design not original by Siphe Mamahnya Qiral . Published by Josha Kiplek